Cemong bahagia banget di rumah ponakan gue. Cemong jadi kucing kampung yang sehat, bulunya hitam mengkilat karena rajin dimandiin. Semua penghuni rumah sayang sama Cemong. Kasih sayangnya tentu beda-beda tergantung siapa orangnya. Kakak gue sering ngajak ngomong si Cemong seolah si Cemong anaknya sendiri, Garda sering ngajak maen Cemong dengan narik buntutnya dan dimain-mainkan, Fira hampir seharian melukin si Cemong sambil nonton TV (entah Cemong sebel atau udah menyerah pasrah), Gradi maen sama Cemong seolah si Cemong monster atau dinosaurus lawan bertarungnya. Cemong kadang heran dengan keluarga di rumah itu tapi Cemong terlanjur betah en udah berasa spesial di rumah itu. Cemong ogah pindah or kabur jadi kucing jalanan. Cemong menguap lebar meregangkan cakar-cakarnya sambil kembali melanjutkan tidur siangnya. Dasar Cemong...
orang kecil dan dunia yang maha besar, berlari dan tertawa di bawah kelip bintang.
Sunday, August 23, 2009
Cemong
Cemong bahagia banget di rumah ponakan gue. Cemong jadi kucing kampung yang sehat, bulunya hitam mengkilat karena rajin dimandiin. Semua penghuni rumah sayang sama Cemong. Kasih sayangnya tentu beda-beda tergantung siapa orangnya. Kakak gue sering ngajak ngomong si Cemong seolah si Cemong anaknya sendiri, Garda sering ngajak maen Cemong dengan narik buntutnya dan dimain-mainkan, Fira hampir seharian melukin si Cemong sambil nonton TV (entah Cemong sebel atau udah menyerah pasrah), Gradi maen sama Cemong seolah si Cemong monster atau dinosaurus lawan bertarungnya. Cemong kadang heran dengan keluarga di rumah itu tapi Cemong terlanjur betah en udah berasa spesial di rumah itu. Cemong ogah pindah or kabur jadi kucing jalanan. Cemong menguap lebar meregangkan cakar-cakarnya sambil kembali melanjutkan tidur siangnya. Dasar Cemong...
Wednesday, August 19, 2009
Pelototus Modulus
mantra apakah itu?
gue lagi ngapalain baca modul bank accounting, ugh susah banget. bukan susah materinya, tapiy susah nahan godaan untuk fokus ke si modul. yang ada gue malah sibuk ganti2 lagu di iTunes, liat-liat koleksi poto, sama iseng2 nge-buzz temen di Ym. hihi...
pelototus modulus artinya gue lg melototin modul sambil tangannya malah Ym-an :)
aaargghh...
gue lagi ngapalain baca modul bank accounting, ugh susah banget. bukan susah materinya, tapiy susah nahan godaan untuk fokus ke si modul. yang ada gue malah sibuk ganti2 lagu di iTunes, liat-liat koleksi poto, sama iseng2 nge-buzz temen di Ym. hihi...
pelototus modulus artinya gue lg melototin modul sambil tangannya malah Ym-an :)
aaargghh...
Sunday, August 16, 2009
Kabar Yang Tiba-tiba
Sore tadi seorang sahabat saya menelpon dan menyampaikan kabar duka bagi dia dan keluarganya. Suami kakaknya a.ka Abang iparnya meninggal karena kecelakaan siang itu pada hari yang sama.
Sebagai sahabat saya dapat merasakan kesedihan yang dialami rekan saya itu. Kebetulan saya kenal dengan almarhum dan pernah bertemu beliau beberapa tahun yang lalu. Almarhum adalah seorang pendeta di sebuah gereja dan memiliki 3 anak yang masih kecil-kecil. Berat bagi saya membayangkan kesedihan yang dirasakan anak-anak dan istrinya yang ditinggalkan itu. Pasti mereka tidak pernah membayangkan musibah tersebut menimpa orang yang mereka sangat cintai.
Ditinggal pergi untuk selamanya oleh seseorang yang sangat kita cintai pasti memberikan derita dan sakit dalam batin kita. Berbagai pertanyaan akan langsung keluar dalam benak kita "Kenapa kejadian ini menimpa kita?", "Apa salah kita sehingga ini bisa terjadi?", "Kenapa Tuhan diam saja dan membiarkan ini terjadi?". Enggan rasanya untuk berdiri tegak dan berharap kita jatuh ditelan bumi, ingin rasanya membaringkan diri di tanah menyusul jasad sang terkasih namun kesal karena kenyataan bahwa kita masih bernyawa dan fakta meminta kita untuk tetap tabah dan tegar. Kekesalan itu kadang membuat seseorang yang berduka memukul-mukul lantai atau dinding. Meratap dalam isak tangis yang penuh putus asa. Sungguh berat perasaan yang dialami seseorang yang berkabung.
Saya pernah merasakan kehilangan seperti itu saat nenek saya meninggal 10 tahun yang lalu. Tidak henti-hentinya saya menangisi kepergian beliau. Setiap malam saya selalu mimpi mengenang masa-masa bersama beliau. Bahkan mimpi itu masih sering saya alami hingga sekarang. Mungkin hubungan batin kasih sayang saya dan beliau sangat begitu erat sehingga membuat saya mengalami kesedihan dan duka yang begitu mendalam.
Saya yakin perasaan serupa juga dialami keluarga sahabat saya tersebut saat ini. Sebagai manusia kita memang tidak berdaya menghadapi takdir. Semua yang telah digariskan Tuhan semesta alam tidak akan bisa kita hapus. Pasrah dan berserah kepada Sang Pencipta adalah satu-satunya jalan terbaik. Percayalah, bahwa orang terkasih yang telah pergi meninggalkan kita akan berbahagia di sorga bersama Allah Bapa.
Selamat jalan Bang Budiman.
Sebagai sahabat saya dapat merasakan kesedihan yang dialami rekan saya itu. Kebetulan saya kenal dengan almarhum dan pernah bertemu beliau beberapa tahun yang lalu. Almarhum adalah seorang pendeta di sebuah gereja dan memiliki 3 anak yang masih kecil-kecil. Berat bagi saya membayangkan kesedihan yang dirasakan anak-anak dan istrinya yang ditinggalkan itu. Pasti mereka tidak pernah membayangkan musibah tersebut menimpa orang yang mereka sangat cintai.
Ditinggal pergi untuk selamanya oleh seseorang yang sangat kita cintai pasti memberikan derita dan sakit dalam batin kita. Berbagai pertanyaan akan langsung keluar dalam benak kita "Kenapa kejadian ini menimpa kita?", "Apa salah kita sehingga ini bisa terjadi?", "Kenapa Tuhan diam saja dan membiarkan ini terjadi?". Enggan rasanya untuk berdiri tegak dan berharap kita jatuh ditelan bumi, ingin rasanya membaringkan diri di tanah menyusul jasad sang terkasih namun kesal karena kenyataan bahwa kita masih bernyawa dan fakta meminta kita untuk tetap tabah dan tegar. Kekesalan itu kadang membuat seseorang yang berduka memukul-mukul lantai atau dinding. Meratap dalam isak tangis yang penuh putus asa. Sungguh berat perasaan yang dialami seseorang yang berkabung.
Saya pernah merasakan kehilangan seperti itu saat nenek saya meninggal 10 tahun yang lalu. Tidak henti-hentinya saya menangisi kepergian beliau. Setiap malam saya selalu mimpi mengenang masa-masa bersama beliau. Bahkan mimpi itu masih sering saya alami hingga sekarang. Mungkin hubungan batin kasih sayang saya dan beliau sangat begitu erat sehingga membuat saya mengalami kesedihan dan duka yang begitu mendalam.
Saya yakin perasaan serupa juga dialami keluarga sahabat saya tersebut saat ini. Sebagai manusia kita memang tidak berdaya menghadapi takdir. Semua yang telah digariskan Tuhan semesta alam tidak akan bisa kita hapus. Pasrah dan berserah kepada Sang Pencipta adalah satu-satunya jalan terbaik. Percayalah, bahwa orang terkasih yang telah pergi meninggalkan kita akan berbahagia di sorga bersama Allah Bapa.
Selamat jalan Bang Budiman.
merah-putih spirit
Hari ini saya mampir ke Circle K untuk membeli minuman dingin. Saat akan melakukan pembayaran di kasir, ada brosur katalog promo Circle K yang judulnya merah putih spirit. Terdapat gambar beberapa tangan anak-anak yang sedang menyusun puzzle. Puzzle itu bergambar kepulauan pulau-pulau di Indonesia yang sudah tersusun rapi. Bagi saya gambar itu sederhana namun penuh makna.
Kadang anak-anak itu masih polos namun mereka lebih memiliki nasionalisme yang lebih baik daripada kita yang sudah dewasa. Sewaktu kita masih kecil, kita sangat antusias mengikuti perlombaan yang diadakan saat 17 Agustus-an. Atau saat waktu parade pawai kemerdekaan RI saat Tk kita dengan semangatnya menyanyikan lagu-lagu perjuangan RI sambil berkeliling mengenakan pakaian daerah. Anak-anak memang memiliki merah putih spirit. Kita yang sudah menjadi orang dewasa harus belajar dari spirit yang dimiliki anak-anak. Kedewasaan dan kematangan berpikir kita membuat kita kadang menjadi orang yang pesimistis dan seringkali kehilangan kebanggaan menjadi bangsa Indonesia. Hal itu membuat kita kehilangan semangat persatuan dan kesatuan. Semoga kita semakin bisa membangun spirit merah-putih seperti apa yang dilakukan anak-anak. Merdeka
Wednesday, August 12, 2009
partly cloudy
Sudah nonton animasi terbaru keluaran Disney.Pixar, UP?
Saya baru menontonnya weekend lalu bersama seorang teman lama. Saya memang penggemar animasi khususnya yang diterbitkan oleh Disney.Pixar. Semua film-filmnya terutama dari segi kualitas cerita selain dari efek animasi 3d nya yang fantastis.
UP sama seperti film-film Pixar lainnya, selalu diawali oleh Pixar short films. Kali ini short film tersebut judulnya Partly Cloudy(kalau saya tdk salah ya..). Ceritanya mengenai para bangau yang bekerja mengantar bayi-bayi seluruh makhluk hidup yang ada di dunia ini. Mulai dari bayi manusia, kucing, anjing, ayam, kelinci, dll. Bangau-bangau tersebut mengambil bayi dari para awan-awan yang dalam kisahnya mereka adalah pencipta bayi-bayi tersebut.
Kemudian kisah ini mulai menyoroti satu awan kelabu yang berbeda dengan awan-awan lainnya yang justru berwarna putih bersih. Si awan kelabu ini punya partner bangau yang bertugas mengantar bayi juga. Si Bangau penampilannya juga berbeda dengan bangau lain, bangau yang satu ini penampilannya cupu, kucel, dan tampak kacau. Akhirnya saya tau kenapa si bangau ini begitu tampak berantakan. Ternyata si awan kelabu menghasilkan bayi-bayi dari makhluk hidup yang dikategorikan "berbahaya". Pertama diperlihatkan si kelabu menciptakan bayi buaya dengan gigi-gigi runcing yang langsung melahap kepala si bangau kacau. Dengan sabar dan lembut awan kelabu membantu melepaskan kepala si bangau dari baby crocodile ciptaannya kemudian membungkus si buaya untuk kemudian diantar oleh si bangau. Si bangau pun pergi mengantarkan dengan rasa takut dan was-was karena membawa bayi predator tadi.
Bayi kedua semula dikira si bangau adalah bayi domba putih yang membuatnya sudah merasa senang ternyata bayi itu adalah bayi kambing gunung yang terkenal suka menyeruduk. Langsung saja si bayi kambing menghantam dada burung bangau yang malang itu berulang-ulang. Namun dengan sabar (atau terpaksa) si bangau pergi mengantar bayi kambing ke pemiliknya. Bayi ketiga adalah bayi landak yang duri-durinya menusuk-nusuk tubuh si bangau malang di sana sini. Si bangau malang sudah tampak depresi. Semua bayi yang dihasilkan awan kelabu memang tergolong berbahaya. Berbeda sekali dengan awan-awan putih yang menghasilkan bayi-bayi lucu. Bangau malang melirik teman-teman bangau lainnya yang dengan bahagia mengantarkan bayi itik, kucing imut, anjing yang ramah, dll.
Kemudian si awan kelabu tampak akan membuat bayi ikan hiu yang langsung membuat si bangau rekannya ketakutan lalu pergi terbang meninggalkan si awan kelabu menuju awan putih. Si bangau kacau tampak tidak sanggup lagi berteman dengan awan kelabu dan tampaknya ingin berpasangan dengan awan putih saja karena menghasilkan bayi-bayi ramah. Awan kelabu tampak kecewa dan kesal karena merasa ditinggalkan membuatnya bergemuruh menghasilkan petir dan hujan. Saat si awan kelabu meluapkan kemarahannya dilihatnya si bangau kacau terbang datang kembali mendekatinya. Kali ini penampilan si bangau kacau sudah berbeda, ia datang dengan mengenakan perlengkapan rugby, helm dan pelindung dada. Ternyata si bangau tadi pergi ke awan putih untuk minta dibuatkan perlengkapan pelindung tadi. Bahagia sekali si awan kelabu melihat sobatnya ternyata masih mau bekerja sama dengan dia. Awan kelabu memeluk erat si bangau dengan penuh terima kasih. Si awan kelabu pun kembali membuat bayi. Bayi berikutnya semula saya kira adalah bayi catfish or ikan lele. Ternyata bayi itu adalah.... belut listrik. Meski dengan dilengkapi pelindung tetap saja si banagu kacau berulang-ulang tersengat listrik. Namun ia tetap pergi mengantar si bayi dengan pasrah dan penuh tekad karena kesetiaannya berteman dengan awan kelabu.
Kisah ini sederhana banget dan lucu bagi saya. Namun Pixar punya pesan-pesan moral yang mau disampaikan kepada kita lebih dari sekedar jalan cerita yang lucu. Short film ini bercerita tentang friendship dan solidarity. Friendship terkadang menimbulkan banyak pengorbanan, namun solidarity yang ada dalam sifat kita akan membuat sebuah friendship tetap hidup.
Trims PIXAR team untuk semua inspirasi dari kalian.
Kemudian kisah ini mulai menyoroti satu awan kelabu yang berbeda dengan awan-awan lainnya yang justru berwarna putih bersih. Si awan kelabu ini punya partner bangau yang bertugas mengantar bayi juga. Si Bangau penampilannya juga berbeda dengan bangau lain, bangau yang satu ini penampilannya cupu, kucel, dan tampak kacau. Akhirnya saya tau kenapa si bangau ini begitu tampak berantakan. Ternyata si awan kelabu menghasilkan bayi-bayi dari makhluk hidup yang dikategorikan "berbahaya". Pertama diperlihatkan si kelabu menciptakan bayi buaya dengan gigi-gigi runcing yang langsung melahap kepala si bangau kacau. Dengan sabar dan lembut awan kelabu membantu melepaskan kepala si bangau dari baby crocodile ciptaannya kemudian membungkus si buaya untuk kemudian diantar oleh si bangau. Si bangau pun pergi mengantarkan dengan rasa takut dan was-was karena membawa bayi predator tadi.
Bayi kedua semula dikira si bangau adalah bayi domba putih yang membuatnya sudah merasa senang ternyata bayi itu adalah bayi kambing gunung yang terkenal suka menyeruduk. Langsung saja si bayi kambing menghantam dada burung bangau yang malang itu berulang-ulang. Namun dengan sabar (atau terpaksa) si bangau pergi mengantar bayi kambing ke pemiliknya. Bayi ketiga adalah bayi landak yang duri-durinya menusuk-nusuk tubuh si bangau malang di sana sini. Si bangau malang sudah tampak depresi. Semua bayi yang dihasilkan awan kelabu memang tergolong berbahaya. Berbeda sekali dengan awan-awan putih yang menghasilkan bayi-bayi lucu. Bangau malang melirik teman-teman bangau lainnya yang dengan bahagia mengantarkan bayi itik, kucing imut, anjing yang ramah, dll.
Kemudian si awan kelabu tampak akan membuat bayi ikan hiu yang langsung membuat si bangau rekannya ketakutan lalu pergi terbang meninggalkan si awan kelabu menuju awan putih. Si bangau kacau tampak tidak sanggup lagi berteman dengan awan kelabu dan tampaknya ingin berpasangan dengan awan putih saja karena menghasilkan bayi-bayi ramah. Awan kelabu tampak kecewa dan kesal karena merasa ditinggalkan membuatnya bergemuruh menghasilkan petir dan hujan. Saat si awan kelabu meluapkan kemarahannya dilihatnya si bangau kacau terbang datang kembali mendekatinya. Kali ini penampilan si bangau kacau sudah berbeda, ia datang dengan mengenakan perlengkapan rugby, helm dan pelindung dada. Ternyata si bangau tadi pergi ke awan putih untuk minta dibuatkan perlengkapan pelindung tadi. Bahagia sekali si awan kelabu melihat sobatnya ternyata masih mau bekerja sama dengan dia. Awan kelabu memeluk erat si bangau dengan penuh terima kasih. Si awan kelabu pun kembali membuat bayi. Bayi berikutnya semula saya kira adalah bayi catfish or ikan lele. Ternyata bayi itu adalah.... belut listrik. Meski dengan dilengkapi pelindung tetap saja si banagu kacau berulang-ulang tersengat listrik. Namun ia tetap pergi mengantar si bayi dengan pasrah dan penuh tekad karena kesetiaannya berteman dengan awan kelabu.
Kisah ini sederhana banget dan lucu bagi saya. Namun Pixar punya pesan-pesan moral yang mau disampaikan kepada kita lebih dari sekedar jalan cerita yang lucu. Short film ini bercerita tentang friendship dan solidarity. Friendship terkadang menimbulkan banyak pengorbanan, namun solidarity yang ada dalam sifat kita akan membuat sebuah friendship tetap hidup.
Trims PIXAR team untuk semua inspirasi dari kalian.
Subscribe to:
Posts (Atom)