orang kecil dan dunia yang maha besar, berlari dan tertawa di bawah kelip bintang.
Sunday, June 20, 2010
Baby
Baby alias bayi...
Sudah beberapa bulan terakhir ini saya senang mengamati bayi balita, entah itu bayi teman saya, bayi orang lain, bayi yang diiklan maupun di acara tv. Kalau sudah melihat bayi gitu, saya biasanya mulai mengamati gerak-gerik si bayi. Bayi biasanya begitu polos mukanya, kalau salah satu bayi ada yang menatap saya biasanya dia mengamati saya dengan lama sekali. Sesekali matanya teralhi ke hal lain lalu kemudian kembali menatap saya. Mulutnya kecil bercuap tidak jelas dan kadang air liurnya belepotan ke dagu. Bayi mudah tertarik dengan sesuatu di sekitarnya. Selalu ingin tahu. Tangan kecilnya berusaha merebut benda-benda apapun. Kadang kalau dia lapar benda itu tanpa sadar dimasukkan ke mulut. Saya juga senang melihat telapak tangan bayi. Kecil, lembut, dan lemah. Biasanya tangan bayi itu hanya bisa menggenggam salah satu jari saya, sambil matanya memperhatikan heran.
Aaah... bayi, kapan ya saya punya bayi :D
Merubah Pola Makan
Sejak awal tahun 2010 ini saya sudah mulai lebih memperhatikan kesehatan saya. Saya menjaga pola makan dengan mengusahakan lebih banyak mengkonsumsi buah. Memang saya akui belum optimal, tapi setidaknya ada sedikit perubahan pada porsi makan saya. Misalnya saya mengurangi porsi nasi dan menghindari makan nasi di malam hari (ini tidak sepenuhnya benar, kadang masih saja saya curi-curi waktu makan malam terutama saat pulang larut malam dari kantor dengan kondisi perut lapar luar biasa... :) ). Tapi saya otak saya selalu berusaha me-remind si perut untuk tidak meminta diisi. Well, kadang berhasil kadang tidak, sekali lagi saya menilai usaha semacam ini harus mendapat penghargaan (susaaah lho...).
Saya juga sudah mulai menghindari makanan-makanan yang sudah saya hapalkan akan menjadi pemicu timbulnya penyakit. Contoh paling gampang: gorengan. Ini telah saya buktikan sendiri di mana saya jadi kelinci percobaannya. Mengkonsumsi gorengan such as; tahu isi, bakwan, pisang goreng, dan kerabatnya ini akan menimbulkan sariawan dengan cepat di rongga mulut. Pagi makan gorengan, malamnya sariawan akan langsung timbul. Terlebih lagi kalau makan gorengan pasti haram kalo ngambilnya cuma satu (biasanya minimal 3 biji). Hehe... Selain sariawan, gorengan juga bisa memicu radang tenggorokan dan sembelit.
Tapi kadang saya masih sulit menolak apabila gorengan itu berupa tahu sumedang. Cita rasa asin tahu sumedang memang susah untuk ditolak godaannya. Ngambil satu bisa addict. Kalau sudah begini reminder dari otak sering diabaikan oleh mulut dan perut.
Selain itu setiap berkunjung ke supermarket saya selalu mampir ke area buah-buahan. Saya membeli jeruk, anggur, pear, dan melon. Biasanya saya habiskan buah-buahan itu dalam 3 hari saja. Benefit dari mengkonsumsi buah itu membuat pencernaan saya lancar dan membantu perut lebih kenyang karena buah saya makan sebelum makanan utama. Eh kadang saya juga bandel sih tergoda membeli buah yang tergolong tidak sehat : durian. Belakangan ini durian monthong di supermarket sudah tidak mengenal musim. Durian monthong dengan mudah tersedia di supermarket dan bahkan dijual dengan harga miring. Meski saya tau durian mengandung kolesterol tinggi tapi godaan harga miring dan bau khas yang menusuk membuat saya memasukkan durian monthong ke keranjang belanja.
Sudah setahun belakangan ini saya juga rutin mengkonsumsi Yakult setiap hari. Ini bukan promosi produk tersebut tapi saya sendiri mendapat rujukan dari dokter untuk rajin minum Yakult supaya usus lebih sehat. Memang saya dulu sering terkena diare. Hampir 2 kali setahun pasti kena diare. Saya sampai mengira ini siklus dan bakterinya menetap tidak mempan dibunuh antibiotik. Padahal saya tergolong orang yang tidak suka jajan sembarangan. Akhirnya dokter tempat saya berobat menyarankan minum Yakult supaya mempersehat usus. Well, sudah setahun ini saya mengkonsumsi Yakult dan hasilnya saya tidak terkena diare lagi.
Setiap pagi saya juga sudah membiasakan minum minimal segelas air putih, kadang saya paksakan untuk minum 2 gelas. Di kantor saya juga berusaha minum sebanyak-banyaknya setiap ada kesempatan. Setiap keluar dari kantor saya juga membawa tumbler minum berisi air putih. Sehabis makan saya juga menghindari minum teh botol dan lebih memilih air putih atau air teh biasa.
Masih banyak pola makan yang harus saya perbaiki, tapi memang tidak bisa berubah total. Saya masih berusaha merubahnya sedikit-sedikit. Hasil yang saya dapatkan juga sudah banyak benefitnya. Saya sudah terhindar diare, sariawan dan radang tenggorokan. Lumayan kan merubah kebiasaan pola makan dengan reward terhindar penyakit.
Eh sayangnya saat saya menulis blog ini, saya malah sedang terkena influenza. Hehe...
Saya juga sudah mulai menghindari makanan-makanan yang sudah saya hapalkan akan menjadi pemicu timbulnya penyakit. Contoh paling gampang: gorengan. Ini telah saya buktikan sendiri di mana saya jadi kelinci percobaannya. Mengkonsumsi gorengan such as; tahu isi, bakwan, pisang goreng, dan kerabatnya ini akan menimbulkan sariawan dengan cepat di rongga mulut. Pagi makan gorengan, malamnya sariawan akan langsung timbul. Terlebih lagi kalau makan gorengan pasti haram kalo ngambilnya cuma satu (biasanya minimal 3 biji). Hehe... Selain sariawan, gorengan juga bisa memicu radang tenggorokan dan sembelit.
Tapi kadang saya masih sulit menolak apabila gorengan itu berupa tahu sumedang. Cita rasa asin tahu sumedang memang susah untuk ditolak godaannya. Ngambil satu bisa addict. Kalau sudah begini reminder dari otak sering diabaikan oleh mulut dan perut.
Selain itu setiap berkunjung ke supermarket saya selalu mampir ke area buah-buahan. Saya membeli jeruk, anggur, pear, dan melon. Biasanya saya habiskan buah-buahan itu dalam 3 hari saja. Benefit dari mengkonsumsi buah itu membuat pencernaan saya lancar dan membantu perut lebih kenyang karena buah saya makan sebelum makanan utama. Eh kadang saya juga bandel sih tergoda membeli buah yang tergolong tidak sehat : durian. Belakangan ini durian monthong di supermarket sudah tidak mengenal musim. Durian monthong dengan mudah tersedia di supermarket dan bahkan dijual dengan harga miring. Meski saya tau durian mengandung kolesterol tinggi tapi godaan harga miring dan bau khas yang menusuk membuat saya memasukkan durian monthong ke keranjang belanja.
Sudah setahun belakangan ini saya juga rutin mengkonsumsi Yakult setiap hari. Ini bukan promosi produk tersebut tapi saya sendiri mendapat rujukan dari dokter untuk rajin minum Yakult supaya usus lebih sehat. Memang saya dulu sering terkena diare. Hampir 2 kali setahun pasti kena diare. Saya sampai mengira ini siklus dan bakterinya menetap tidak mempan dibunuh antibiotik. Padahal saya tergolong orang yang tidak suka jajan sembarangan. Akhirnya dokter tempat saya berobat menyarankan minum Yakult supaya mempersehat usus. Well, sudah setahun ini saya mengkonsumsi Yakult dan hasilnya saya tidak terkena diare lagi.
Setiap pagi saya juga sudah membiasakan minum minimal segelas air putih, kadang saya paksakan untuk minum 2 gelas. Di kantor saya juga berusaha minum sebanyak-banyaknya setiap ada kesempatan. Setiap keluar dari kantor saya juga membawa tumbler minum berisi air putih. Sehabis makan saya juga menghindari minum teh botol dan lebih memilih air putih atau air teh biasa.
Masih banyak pola makan yang harus saya perbaiki, tapi memang tidak bisa berubah total. Saya masih berusaha merubahnya sedikit-sedikit. Hasil yang saya dapatkan juga sudah banyak benefitnya. Saya sudah terhindar diare, sariawan dan radang tenggorokan. Lumayan kan merubah kebiasaan pola makan dengan reward terhindar penyakit.
Eh sayangnya saat saya menulis blog ini, saya malah sedang terkena influenza. Hehe...
Saturday, June 12, 2010
just say ai!
Ai again...
It seems more than a month i didnt write anything on my blog. I'm so tired with my new tasks on office. I'm going to work every mon to fri since 6 am, and arriving back arround 8 pm. Well so exhausted. I dont have any story to share this lately.
How bout all of you? You guys must be busy with your tv @home watching wc2010. I saw the opening world cup last night on tv, unfortunately RCTI didn't show full version of opening ceremony. They cut it right after R.Kelly singing. Huaa... so i can't watch performance of Alicia Keys, Shakira, BEP, etc. Thanks to YouTube!
It seems more than a month i didnt write anything on my blog. I'm so tired with my new tasks on office. I'm going to work every mon to fri since 6 am, and arriving back arround 8 pm. Well so exhausted. I dont have any story to share this lately.
How bout all of you? You guys must be busy with your tv @home watching wc2010. I saw the opening world cup last night on tv, unfortunately RCTI didn't show full version of opening ceremony. They cut it right after R.Kelly singing. Huaa... so i can't watch performance of Alicia Keys, Shakira, BEP, etc. Thanks to YouTube!
Sunday, May 2, 2010
Kamar Raja
Minggu ini pertama kalinya dalam sembilan bulan terakhir saya kembali ke rumah saya di sukabumi. Setelah berbulan-bulan saya menjalani program training dari perusahaan tempat saya bekerja, dipindah-pindah ke Jakarta, Bandung, dan Semarang.
Wah kamar yang sudah lama saya tinggalkan masih sama seperti kondisi sebelum saya pergi. Tumpukan dvd yang mengantri untuk ditonton terserak tidak rapi di atas dvd player. Kalender di dinding dari bonus majalah Cinemags masih menunjukkan tahun 2009. Buku dan majalah tertumpuk sembarang dengan sedikit titik-titik debu. Pasti si Mamah yang rajin membersihkan debunya karena debunya tidak terlalu tebal. Beberapa majalah sepertinya malah belum saya baca sampai habis. Ada jug komik Sentaro yang masih rapi tersegel plastik. Waahh saya benar-benar lupa sama barang-barang itu. Well pemandangan tersebut memberi cukup membuat saya exciting. Weekend ini saya bisa terhibur dengan barang-barang tersebut.
Yeaaa i'm home again. Saya langsung melemparkan badan saya ke atas kasur. Kasur itu terasa begitu dingin karena sudah lama tidak dipakai. Si kasur seperti ingat sama majikannya dan pegas-pegas di dalamnya merespon girang. Aroma kamar yang terdiri dari bau kayu tua dan sedikit bau cat tembok yang sudah lama tidak saya cium. Perasaan nyaman di rumah sendiri langsung menjalar di tubuh saya. Saya langsung mengganti baju dan melempar kaos kaki ke sudut kamar. Yipee kamarku dan aku rajanya!! :D
Wah kamar yang sudah lama saya tinggalkan masih sama seperti kondisi sebelum saya pergi. Tumpukan dvd yang mengantri untuk ditonton terserak tidak rapi di atas dvd player. Kalender di dinding dari bonus majalah Cinemags masih menunjukkan tahun 2009. Buku dan majalah tertumpuk sembarang dengan sedikit titik-titik debu. Pasti si Mamah yang rajin membersihkan debunya karena debunya tidak terlalu tebal. Beberapa majalah sepertinya malah belum saya baca sampai habis. Ada jug komik Sentaro yang masih rapi tersegel plastik. Waahh saya benar-benar lupa sama barang-barang itu. Well pemandangan tersebut memberi cukup membuat saya exciting. Weekend ini saya bisa terhibur dengan barang-barang tersebut.
Yeaaa i'm home again. Saya langsung melemparkan badan saya ke atas kasur. Kasur itu terasa begitu dingin karena sudah lama tidak dipakai. Si kasur seperti ingat sama majikannya dan pegas-pegas di dalamnya merespon girang. Aroma kamar yang terdiri dari bau kayu tua dan sedikit bau cat tembok yang sudah lama tidak saya cium. Perasaan nyaman di rumah sendiri langsung menjalar di tubuh saya. Saya langsung mengganti baju dan melempar kaos kaki ke sudut kamar. Yipee kamarku dan aku rajanya!! :D
Thursday, April 29, 2010
18.45 @Cianjur
Jalan HOS Cokroaminoto. Itu nama jalan lokasi kantor saya yang sekarang. Sudah hari kedua ini saya ngantor di Kota Cianjur.
Tiap hari juga saya harus menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 25 Km menuju rumah saya di Sukabumi. Tadinya saya membayangkan akan menggunakan motor saja untuk menempuh Sukabumi-Cianjur-Sukabumi, tapi pengalaman kemarin saya naik motor membuat saya urung. Perjalanan pulang dari Cianjur menuju Sukabumi sangat riskan. Jalanan yang tidak mulus dan berlubang, bus besar yang kebut-kebutan serta barisan truk-truk pasir yang harus saya hadapi nantinya membuat ciut hati saya untuk menaiki Miyoku.
Akhirnya hari ini saya putuskan pulang pergi menggunakan bus. Pintar!
Sore itu Cianjur baru saja diguyur hujan deras. Saat saya melangkah keluar kantor hendak pulang waktu sudah menunjukkan jam 18.45. Suasana di sekitar kantor yang siang tadi ramai dilalui orang seketika sepi. Mungkin karena hujan dan orang enggan keluar rumah. Sesekali lewat pengendara motor dan angkot. Cahaya yang menerangi jalan hanya berasal dari lampu-lampu jalan berwarna kuning suram. Aspal yang masih basah karena hujan memantulkan sinar suram sang lampu.
Sepanjang trotoar masih ada beberapa tukang roti kaki lima yang berjualan sambil dipayungi terpal biru tua. Saya menyeberang jalanan sepi itu dan menunggu angkot yang membawa saya menuju pangkalan bis tujuan Sukabumi. Meski hujan sudah berhenti namun saya masih merasakan rambut saya dijatuhi titik air kecil dari langit. Semoga tidak turun hujan lagi, doa saya dalam hati.
Tidak berapa lama kemudian sebuah angkot merah datang dan langsung saya naiki. Angkotnya juga sepi. Hanya ada satu penumpang bapak-bapak usia paruh baya. Angkot melaju meluncur di sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto. Kanan kiri jalan dihuni oleh pertokoan dan bangunan tua. Di setiap perempatan dan tikungan yang dilewati angkot terdapat becak-becak yang menunggu penumpang. Kadang di beberapa sudut ada gerobak yang menjual martabak maupun nasi goreng. Banyak toko yang sudah tutup pada jam segitu. Hujan membuat Cianjur berudara sejuk malam itu. Saya menikmati angin sepoi dari jendela angkot berusaha untuk tidak sampai tertidur. Tak lama saya tiba di pemberhentian pangkalan bus. Lalu melanjutkan perjalanan dengan bus menuju Sukabumi.
Sepanjang perjalanan saya membayangkan nantinya saya akan sering sekali menggunakan bus-bus ini untuk mengantar pulang pergi bekerja. Semoga saya bisa menjalani semuanya dengan baik, saya bergumul dalam hati berusaha optimis. Tak lama kemudian saya sudah pulas tertidur di dalam bus yang berguncang-guncang seolah menjadi nina bobok buat saya.
Tiap hari juga saya harus menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 25 Km menuju rumah saya di Sukabumi. Tadinya saya membayangkan akan menggunakan motor saja untuk menempuh Sukabumi-Cianjur-Sukabumi, tapi pengalaman kemarin saya naik motor membuat saya urung. Perjalanan pulang dari Cianjur menuju Sukabumi sangat riskan. Jalanan yang tidak mulus dan berlubang, bus besar yang kebut-kebutan serta barisan truk-truk pasir yang harus saya hadapi nantinya membuat ciut hati saya untuk menaiki Miyoku.
Akhirnya hari ini saya putuskan pulang pergi menggunakan bus. Pintar!
Sore itu Cianjur baru saja diguyur hujan deras. Saat saya melangkah keluar kantor hendak pulang waktu sudah menunjukkan jam 18.45. Suasana di sekitar kantor yang siang tadi ramai dilalui orang seketika sepi. Mungkin karena hujan dan orang enggan keluar rumah. Sesekali lewat pengendara motor dan angkot. Cahaya yang menerangi jalan hanya berasal dari lampu-lampu jalan berwarna kuning suram. Aspal yang masih basah karena hujan memantulkan sinar suram sang lampu.
Sepanjang trotoar masih ada beberapa tukang roti kaki lima yang berjualan sambil dipayungi terpal biru tua. Saya menyeberang jalanan sepi itu dan menunggu angkot yang membawa saya menuju pangkalan bis tujuan Sukabumi. Meski hujan sudah berhenti namun saya masih merasakan rambut saya dijatuhi titik air kecil dari langit. Semoga tidak turun hujan lagi, doa saya dalam hati.
Tidak berapa lama kemudian sebuah angkot merah datang dan langsung saya naiki. Angkotnya juga sepi. Hanya ada satu penumpang bapak-bapak usia paruh baya. Angkot melaju meluncur di sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto. Kanan kiri jalan dihuni oleh pertokoan dan bangunan tua. Di setiap perempatan dan tikungan yang dilewati angkot terdapat becak-becak yang menunggu penumpang. Kadang di beberapa sudut ada gerobak yang menjual martabak maupun nasi goreng. Banyak toko yang sudah tutup pada jam segitu. Hujan membuat Cianjur berudara sejuk malam itu. Saya menikmati angin sepoi dari jendela angkot berusaha untuk tidak sampai tertidur. Tak lama saya tiba di pemberhentian pangkalan bus. Lalu melanjutkan perjalanan dengan bus menuju Sukabumi.
Sepanjang perjalanan saya membayangkan nantinya saya akan sering sekali menggunakan bus-bus ini untuk mengantar pulang pergi bekerja. Semoga saya bisa menjalani semuanya dengan baik, saya bergumul dalam hati berusaha optimis. Tak lama kemudian saya sudah pulas tertidur di dalam bus yang berguncang-guncang seolah menjadi nina bobok buat saya.
Subscribe to:
Posts (Atom)


