orang kecil dan dunia yang maha besar, berlari dan tertawa di bawah kelip bintang.
Saturday, July 3, 2010
Thursday, June 24, 2010
Toy Story 3
Saya baru saja nonton Toy Story 3 kemarin malam.
Film animasi karya Disney.Pixar memang nggak pernah luput dari daftar "film wajib" saya.
Toy Story 3 kali ini mengisahkan Andy sang pemilik mainan yang sudah beranjak dewasa (17 tahun). Seiring Andy yang semakin dewasa dan mau masuk kuliah, Woody dan teman-teman mainan lainnya mulai dibiarkan Andy di dalam peti. Andy mulai jarang menyentuh mainannya lagi. Disinilah para mainan (kecuali Woody) mulai berencana untuk move on alias mencari tempat baru yang lebih baik di mana mereka berharap akan menemukan majikan yang lebih menyayangi mainannya dan banyak menghabiskan waktu dengan mainannya. Terlebih lagi suatu ketidaksengajaan menyebabkan mainan-mainan tersebut terbuang ke tempat sampah. Mereka mulai merasa Andy tidak membutuhkan mainan lagi. Woody tidak setuju dan berupaya meyakinkan teman-temannya bahwa para mainan haruslah selalu memberikan dukungan kepada Andy apapun yang terjadi. Namun teman-teman Woody memilih untuk tinggal di SunnySide yaitu sebuah tempat penitipan anak. Mereka yakin SunnySide akan memberikan kebahagiaan baru karena akan ada banyak mainan dan anak-anak baru yang menyayangi mereka.
Ternyata mereka salah. SunnySide merupakan mimpi buruk. Di sana mereka bertemu mainan boneka beruang bernama Lotso yang kejam walaupun awalnya berpura-pura sangat baik. Ditambah lagi anak-anak yang datang lebih sering menyiksa mainan ketimbang meyayanginya.
Pada akhir cerita, Woody dan teman-temannya berhasil kembali ke rumah Andy. Namun karena Andy sudah dewasa dan mau pergi kuliah, Andy harus menyumbangkan mainannya. Andy menemukan seorang anak kecil yang sangat sayang dengan mainannya. Disinilah klimaks maksud yang ingin disampaikan Disney.Pixar, Andy akhirnya harus berpisah dengan mainan-mainan yang telah belasan tahun menemaninya sewaktu kecil. Andy ternyata sangat menyayangi mainannya dan berpesan supaya si anak kecil mau merawat mereka semua. Disney.Pixar ingin berpesan kepada penontonnya bahwa mainan yang tidak bernyawa tetap harus dipelihara dengan baik dan tidak dilupakan saat mainan baru datang atau saat usia seorang anak beranjak dewasa. Mainan tetap akan selalu ada untuk menghibur dan menjadi teman bagi semua anak-anak.
Untuk kesekian kalinya film Disney.Pixar selalu membuat mata saya berkaca-kaca.
You've got a friend in me.
Film animasi karya Disney.Pixar memang nggak pernah luput dari daftar "film wajib" saya.
Toy Story 3 kali ini mengisahkan Andy sang pemilik mainan yang sudah beranjak dewasa (17 tahun). Seiring Andy yang semakin dewasa dan mau masuk kuliah, Woody dan teman-teman mainan lainnya mulai dibiarkan Andy di dalam peti. Andy mulai jarang menyentuh mainannya lagi. Disinilah para mainan (kecuali Woody) mulai berencana untuk move on alias mencari tempat baru yang lebih baik di mana mereka berharap akan menemukan majikan yang lebih menyayangi mainannya dan banyak menghabiskan waktu dengan mainannya. Terlebih lagi suatu ketidaksengajaan menyebabkan mainan-mainan tersebut terbuang ke tempat sampah. Mereka mulai merasa Andy tidak membutuhkan mainan lagi. Woody tidak setuju dan berupaya meyakinkan teman-temannya bahwa para mainan haruslah selalu memberikan dukungan kepada Andy apapun yang terjadi. Namun teman-teman Woody memilih untuk tinggal di SunnySide yaitu sebuah tempat penitipan anak. Mereka yakin SunnySide akan memberikan kebahagiaan baru karena akan ada banyak mainan dan anak-anak baru yang menyayangi mereka.
Ternyata mereka salah. SunnySide merupakan mimpi buruk. Di sana mereka bertemu mainan boneka beruang bernama Lotso yang kejam walaupun awalnya berpura-pura sangat baik. Ditambah lagi anak-anak yang datang lebih sering menyiksa mainan ketimbang meyayanginya.
Pada akhir cerita, Woody dan teman-temannya berhasil kembali ke rumah Andy. Namun karena Andy sudah dewasa dan mau pergi kuliah, Andy harus menyumbangkan mainannya. Andy menemukan seorang anak kecil yang sangat sayang dengan mainannya. Disinilah klimaks maksud yang ingin disampaikan Disney.Pixar, Andy akhirnya harus berpisah dengan mainan-mainan yang telah belasan tahun menemaninya sewaktu kecil. Andy ternyata sangat menyayangi mainannya dan berpesan supaya si anak kecil mau merawat mereka semua. Disney.Pixar ingin berpesan kepada penontonnya bahwa mainan yang tidak bernyawa tetap harus dipelihara dengan baik dan tidak dilupakan saat mainan baru datang atau saat usia seorang anak beranjak dewasa. Mainan tetap akan selalu ada untuk menghibur dan menjadi teman bagi semua anak-anak.
Untuk kesekian kalinya film Disney.Pixar selalu membuat mata saya berkaca-kaca.
You've got a friend in me.
Selamat Jalan Ibu Listiana Srisanti, Ibu Harry Potter Indonesia
Berita duka itu datang tadi pagi saat saya iseng-iseng mengecek twitter setibanya di kantor. Seorang teman menyebutkan bahwa Sang Penerjemah terhebat yang saya tahu telah berpulang akibat kanker paru stadium 4 yang sudah dideritanya sejak tahun 2006 yaitu saat beliau mengerjakan terjemahan buku kelima Harry Potter ke dalam Bahasa Indonesia. Hashtag #RIPListianaSrisanti pun bermunculan di twitter.
Yup beliau yang menerjemahkan ketujuh seri Saga Harpot. Gaya bahasanya dan permainan kata yang beliau tulis seolah menjadikan Harry Potter edisi Indonesia terasa begitu istimewa dan mampu membuat pembacanya menikmati maksud dan alur kisah yang diinginkan sang penulis asli, J.K Rowling.
Saya pun teringat dengan artikel yang pernah saya baca di majalah bulanan Intisari yang pernah menulis profil beliau. Ibu Listiana sangat pandai memainkan irama kata seperti ; Vakansi dengan Vampir, Jampi Jenaka, Myrtle Merana, dan juga menamai Cermin Tarsah dari tulisan aslinya, Erised Mirror. Waktu itu beliau diceritakan sempat bingung mencari arti kata erised, tapi ternyata erised harus dibaca terbalik menjadi desire. Karena itu Ibu Listiana menerjemahkan erised mirror menjadi Cermin Tarsah (Hasrat). Brilian!
Banyak tweet yang mengungkapkan kekaguman terhadap beliau karena telah menyelesaikan terjemahan Harry Potter ketujuh hanya dalam 5 minggu disela-sela jadwal kemoterapi beliau mengobati kanker. Ada juga yang mengatakan bahwa kanker tersebut telah diderita sejak menerjemahkan Buku Harpot kelima. Semua ucapan belasungkawa umumnya berasal dari pembaca Harpot di tanah air dan beberapa diantaranya adalah rekan sesama pengarang dan penerjemah di Gramedia Group.
Selamat jalan Ibu Listiana, tanpa terjemahan Anda Harry Potter hanyalah buku yang terasa begitu asing.
Yup beliau yang menerjemahkan ketujuh seri Saga Harpot. Gaya bahasanya dan permainan kata yang beliau tulis seolah menjadikan Harry Potter edisi Indonesia terasa begitu istimewa dan mampu membuat pembacanya menikmati maksud dan alur kisah yang diinginkan sang penulis asli, J.K Rowling.
Saya pun teringat dengan artikel yang pernah saya baca di majalah bulanan Intisari yang pernah menulis profil beliau. Ibu Listiana sangat pandai memainkan irama kata seperti ; Vakansi dengan Vampir, Jampi Jenaka, Myrtle Merana, dan juga menamai Cermin Tarsah dari tulisan aslinya, Erised Mirror. Waktu itu beliau diceritakan sempat bingung mencari arti kata erised, tapi ternyata erised harus dibaca terbalik menjadi desire. Karena itu Ibu Listiana menerjemahkan erised mirror menjadi Cermin Tarsah (Hasrat). Brilian!
Banyak tweet yang mengungkapkan kekaguman terhadap beliau karena telah menyelesaikan terjemahan Harry Potter ketujuh hanya dalam 5 minggu disela-sela jadwal kemoterapi beliau mengobati kanker. Ada juga yang mengatakan bahwa kanker tersebut telah diderita sejak menerjemahkan Buku Harpot kelima. Semua ucapan belasungkawa umumnya berasal dari pembaca Harpot di tanah air dan beberapa diantaranya adalah rekan sesama pengarang dan penerjemah di Gramedia Group.
Selamat jalan Ibu Listiana, tanpa terjemahan Anda Harry Potter hanyalah buku yang terasa begitu asing.
Sunday, June 20, 2010
Juni yang Dingin
Juni yang dingin
Juni yang basah karena hujan
Juni yang membuat telapak kakiku menggigil
Juni yang membuat orang-orang membawa payung
Pagi hari matahari bersinar buram
Burung gereja kecil enggan keluar sarangnya
Kuncup bunga menutup rapat tak mau membuka
Anak kucing meringkuk di pojok kardus
Jalanan tampak basah bekas hujan semalam
Lampu jalanan masih menyala suram
Kaca-kaca mobil memantulkan bayangan kabur berembun
Aku menaikkan resleting jaket sampai ke dagu
Berjalan terbungkuk melawan angin
Kedua tangan terselip di saku jaket
Nafas yang kuhembuskan mengepul
Jalan di perumahanku masih sepi
Pintu-pintu dan jendela-jendela masih tertutup rapat
Tukang roti yang biasanya lewat pun belum tampak
Langit masih kelabu pucat
Biasanya matahari akan keluar sebentar
Lalu akan bersembunyi lagi sampai senja tiba
Sore hari hujan akan turun
Juni kali ini begitu dingin
Membuatku selalu merindukan selimut hangat
Membuatku selalu menantikan secangkir teh panas
Aku menyukai Juni ini
Aku menikmati dingin ini
Hembusan angin sejuk
Meniupkan atmosfer melankolis
Juni yang dingin
jangan cepat berlalu...
Juni yang basah karena hujan
Juni yang membuat telapak kakiku menggigil
Juni yang membuat orang-orang membawa payung
Pagi hari matahari bersinar buram
Burung gereja kecil enggan keluar sarangnya
Kuncup bunga menutup rapat tak mau membuka
Anak kucing meringkuk di pojok kardus
Jalanan tampak basah bekas hujan semalam
Lampu jalanan masih menyala suram
Kaca-kaca mobil memantulkan bayangan kabur berembun
Aku menaikkan resleting jaket sampai ke dagu
Berjalan terbungkuk melawan angin
Kedua tangan terselip di saku jaket
Nafas yang kuhembuskan mengepul
Jalan di perumahanku masih sepi
Pintu-pintu dan jendela-jendela masih tertutup rapat
Tukang roti yang biasanya lewat pun belum tampak
Langit masih kelabu pucat
Biasanya matahari akan keluar sebentar
Lalu akan bersembunyi lagi sampai senja tiba
Sore hari hujan akan turun
Juni kali ini begitu dingin
Membuatku selalu merindukan selimut hangat
Membuatku selalu menantikan secangkir teh panas
Aku menyukai Juni ini
Aku menikmati dingin ini
Hembusan angin sejuk
Meniupkan atmosfer melankolis
Juni yang dingin
jangan cepat berlalu...
Baby
Baby alias bayi...
Sudah beberapa bulan terakhir ini saya senang mengamati bayi balita, entah itu bayi teman saya, bayi orang lain, bayi yang diiklan maupun di acara tv. Kalau sudah melihat bayi gitu, saya biasanya mulai mengamati gerak-gerik si bayi. Bayi biasanya begitu polos mukanya, kalau salah satu bayi ada yang menatap saya biasanya dia mengamati saya dengan lama sekali. Sesekali matanya teralhi ke hal lain lalu kemudian kembali menatap saya. Mulutnya kecil bercuap tidak jelas dan kadang air liurnya belepotan ke dagu. Bayi mudah tertarik dengan sesuatu di sekitarnya. Selalu ingin tahu. Tangan kecilnya berusaha merebut benda-benda apapun. Kadang kalau dia lapar benda itu tanpa sadar dimasukkan ke mulut. Saya juga senang melihat telapak tangan bayi. Kecil, lembut, dan lemah. Biasanya tangan bayi itu hanya bisa menggenggam salah satu jari saya, sambil matanya memperhatikan heran.
Aaah... bayi, kapan ya saya punya bayi :D
Subscribe to:
Posts (Atom)



Galak bener pak!!
Bis mkn dracula ya?!
i can't stand to hear those girls were screaming each time they saw Edward+Jacob in the movie..
Tanah Air Beta is much better than Eclipse.
eh inge, mereka screaming liat gue biasanya karena gue bawa makanan doank. kalo ga bawa apa-apa biasanya gue dicuekin :p
Sama dioz, aq jg kurang suka film twilight, boring, jd males jg nntn new moon n eclipse, mending nntn karate kid, hihi...