Saturday, March 8, 2014

Terjatuh Dan Bangun Lagi...

Terjatuh dan bangun kagi...
Sepintas memang seperti salah satu lirik lagu dangdut. Namun itu yang terjadi pada Hari Senin pagi di awal Bulan Maret. Senin pagi itu saya pergi ke kantor jam 6 pagi. Saya memang suka pergi lebih pagi, selain alasan menghindari macet saya juga menikmati perjalanan santai 30km/jam sambil menghirup udara pagi-pagi bebas asap knalpot. Berharap oksigen murni memenuhi paru-paru, berharap cara itu juga akan menambah awet muda. Hmm... saya becanda untuk soal awet muda itu.

Pagi itu jalanan tidak begitu ramai. Saya menikmati kabut-kabut tipis di area Cihanjuang yang terusir sinar matahari dari balik perbukitan. Udara dingin menyengat jari-jari tangan saya di kemudi motor. Jaket tebal saya seolah berubah jadi kaos tipis. Jam segitu udara masih sangat segar. Saya menikmati perjalanan saya ke kantor tanpa tergesa-gesa. Tanpa ngebut. Sangat santai.
Kemudian..
Gubrak... motor yang ada di depan saya jatuh. 
"Wah kasihan sekali..", begitu pikir saya sambil otomatis mengerem motor saya juga.
Tapi...

GUBRAK!!! 
Motor saya tiba-tiba melintir ke kanan. Motor yang saya kendarai ikut jatuh.
Astaga kenapa saya bisa jatuh tiba-tiba. Saya meringis. Sambil langsung berusaha berdiri. Beberapa motor lainnya di belakang saya berhenti ada juga yang tetap meneruskan perjalanan sambil pelan-pelan mendahului dari sisi kanan.
Saya berusaha berdiri namun lutut kanan saya benar-benar nyeri dan tidak bisa diluruskan. Lutus saya pasti tadi terbentur keras ke aspal. Sandal kaki kanan saya terlepas berada di belakang motor yang masih tergeletak di aspal. Saya mencoba menarik bangun motor saya yang jatuh. Lutut saya tidak kuat. Seorang bapak bermotor di belakang saya akhirnya turun dari motornya.

Saturday, February 22, 2014

Rumah Baru

Tiada tempat lain senyaman rumah sendiri.
Begitu kata orang. Saya setuju dengan hal tersebut.
Setelah menunggu-nunggu untuk mendapat rumah baru setelah rumah saya yang sebelumnya dijual, akhirnya rumah yang dinanti itu selesai dibangun dan telah saya huni saat ini.
Mencari rumah baru di Bandung sebenarnya mudah. Mencari harga rumah yang sesuai dengan kondisi keuangan itu yang sulit. Sejak awal 2013 saya sudah sibuk mencari-cari iklan rumah dijual di koran. Saya juga mulai rajin memperhatikan spanduk dan baliho iklan perumahan. Rata-rata iklan perumahan itu memang pinter menarik minat mata saya untuk membacanya.
Rumah yang saya huni saat ini ternyata bukan berasal dari perburuan saya melihat iklan koran. Saya mengetahui lokasi rumah ini karena mendapat info dari teman kantor saya, Ganeca namanya. Dia bilang kalau dia berminat sekali dengan brosur perumahan yang dia dapat. "Rumahnya siap huni, sudah ada kitchen setnya", begitu katanya. Karena saya penasaran, jadilah saya mendatangi lokasi perumahan tersebut setelah mendapatkan lokasi melalui internet.
Bumi Asri Cihanjuang. Ini taman di tengah komplek perumahan. Ada saung di tengahnya.

Wednesday, January 29, 2014

Tidak Sempurna

Menjadi manusia yang tidak sempurna itu hidupnya lebih indah, menjadi manusia yang terlalu sempurna terkadang hidupnya menyedihkan.
Syukuri apa yang ada, maka hidup ini akan lebih manis rasanya.

Monday, January 27, 2014

Cronut

Ini Cronut. Rasa cinnamon. Adanya di The Harvest.
Semula saya kira ini hanya donut dengan tekstur unik, ternyata dia seperti berlapis-lapis, manis dan renyah. Rasanya enak. Harga 25k.

Kembali

Ada yang bilang bahwa sedekat apapun suatu perjalanan, kita tidak akan pernah sampai ke tujuan jika tidak segera melangkah.

Pepatah itu juga yang memotivasi saya untuk mulai menulis lagi.
Blog ini seperti kasur yang sudah lama tidak ditiduri. Dingin. Seolah tidak ada pemiliknya.

Salah satu alasannya adalah kesulitan mendapatkan internet. Ketika ada jaringan dengan koneksi bagus, kadang malah kehilangan gairah untuk menulis. Saat mampir di cafe ber-wifi, kehadiran bersama dengan teman-teman membuat saya juga tidak nyaman menulis. Menulis itu perlu ketenangan. Perlu sendirian.

Malam ini saya mencoba memulai mengisi Catatan Si Orang Kecil lagi. Kebetulan hari ini pihak developer memasang jaringan telepon dan internet. Wah senang sekali saya waktu mendengar beritanya melalui sms dari Mama. Pulang kerja tadi saya langsung ke rumah, mencoba pesawat telepon dan internetnya. It works.

Rumah baru saya ini kini punya daya pikat saya untuk betah di rumah. Yaitu bisa internetan di kamar, sambil mencaplok beng-beng dan secangkir good day mocca.