Thursday, March 31, 2011

Jalan

Setiap kali kita menuju suatu tempat kita akan melalui sebuah jalan. Saat kita melintasi jalan tersebut kita akan menemukan banyak hal. Kita mungkin akan melihat petunjuk jalan, marka jalan, pohon, reklame, spot bangunan yang unik dan lain sebagainya.

Di ujung jalan kita akan menemui persimpangan. Kita pun akan memutuskan untuk belok ke kiri ataupun ke kanan. Atau mau lurus? Boleh saja. Semua terserah kita. Pada akhirnya kita berharap tiba di tempat yang kita tuju sebelumnya.

Hidup ini adalah sebuah jalan. Jalan seolah tidak memiliki ujung dan akhir. Jalan selalu akan membawa kita ke aneka tempat, jalan akan membuat kita menemukan berbagai hal dan mengalami berbagai peristiwa.

Jalan ada yang lurus, ada yang berkelok, ada yang mendaki, ada yang menurun curam, ada yang mulus dan ada yang berlobang. Hidup pun demikian. Tidak semua berjalan mulus, tidak semua akan baik-baik saja. 

Jika kita beranggapan hidup adalah jalan. Maka jalanilah hidup. 
Jangan berhenti dan teruslah berjalan.
Jangan lelah walau mendaki.
Jangan pasrah walau menurun curam.
Jangan menghindar ketika menemui lubang.

Kita tidak akan pernah tiba sampai ke tujuan ketika berhenti berjalan.
Jika ingin terus hidup maka apapun jalan hidup itu jangan pernah berhenti.
Teruslah berjalan. Jika perlu, berlarilah. Maka kelak kita akan tiba.
 

Saturday, February 26, 2011

Mom

Mom, 
entah kenapa saya tiba-tiba kangen sama beliau. Sudah dua minggu saya tidak bertemu beliau karena saya dipindahkan ke Bandung sedangkan beliau ada di Sukabumi.

Berdosa rasanya meninggalkan beliau di sana seorang diri. Cukup kejam juga jika alasan saya meninggalkan Mom sendirian di Sukabumi karena saya dalam upaya mengejar karir di Kota Bandung ini.

Sesekali saya membayangkan apa yang Mom lakukan di rumah sendirian. Mungkin Mom sekarang sering mengajak bicara Mimot si kucing peliharaan kami untuk menghapus rasa kesepiannya. 

Sunday, February 13, 2011

Profile Republish

My Profile Republish... baru ngedit profile saya di blog Orang Kecil, saya publish aja deh sekalian.

Seorang pria yang senang berpenampilan casual. Kaos, celana pendek dan sepasang sandal jepit.

Pengendara motor matic bernama Miyoku.

Penggemar masakan dan jajanan asli Indonesia terutama masakan Padang sambil berusaha menahan diri menjaga ukuran lingkar pinggang dan kadar kolesterolnya.

Saya seorang pembaca. Pembaca komik, pembaca rubrik Opini di koran Kompas, pembaca iklan diskon di media, pembaca Cinemags, pembaca Cosmopolitan Men padahal saya sendiri sangat tidak berpenampilan Cosmo, kadang saya juga masih rindu menjadi pembaca Donal Bebek.

Movie Review: Shaolin


Akhirnya saya bisa nonton Shaolin.

Film yang dibintangi Andy Lau dan Jackie Chan ini sebenarnya sudah saya ingin tonton sejak 2 minggu lalu. Tapi ternyata baru kemarin saya sempat meluangkan waktu untuk ke bioskop. Untungnya Shaolin masih diputar di Ciwalk.

Sudah lama saya tidak nonton film kung fu, dan Shaolin memuaskan rasa kangen saya terhadap film kung fu. Gambar yang disajikan sangat epik dengan aksi laga memukau dengan adegan-adegan dramatis yang memainkan emosi penonton yang kadang membuat terharu.

Friday, February 11, 2011

Brutal

Brutal.
Kasar.
Sadis.
Lebih keji dari binatang...
Itu julukan yang pas ketika saya melihat rekaman video dari youtube adegan penganiyaan 3 orang pengikut ajaran Ahmadiyah.
Tampak di dalam video dua orang dalam keadaan setengah telanjang tergeletak berlumuran darah dan lumpur. Tampak pula banyak orang yang memukuli kepala kedua korban itu dengan balok kayu. Menghantam kepala keduanya dengan berbagai benda-benda keras. Tidak sedikit yang melemparnya dengan batu. Darah sudah berceceran di tanah. Salah satu korban bahkan sudah tidak bergerak dan dipastikan sudah tak bernyawa. Namun sekelompok orang itu tidak berhenti memukuli. Mereka tetap menghantamkan berbagai benda dan batu ke kepala korban. Korban lainnya masih menggerakan bibir seolah bergumam sesuatu, entah menyebut nama Tuhan, entah mencoba mengatakan ampun dan minta tolong, atau entah memelas untuk minta agar mereka sebaiknya menghabisi nyawanya segera. Saya yakin melihat kondisinya si korban yang masih hidup ini pada akhirnya mati. Terlihat kepalanya juga penuh darah dengan wajah yang hancur. Barangkali tulang tengkoraknya juga sudah penyok atau otaknya tercecer keluar.