Life is like a math, it has a lot of problems...
orang kecil dan dunia yang maha besar, berlari dan tertawa di bawah kelip bintang.
Thursday, November 17, 2011
Sunday, November 6, 2011
Lelaki dan Gerimis
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Lelaki itu memandang langit
Kemudian menadahkan telapak tangannya
Titik air berjatuhan di tangannya
Gerimis lagi
Kursi motor matic-nya mulai basah dipenuhi rintik
Setengah panik dia merogoh saku mencari kunci
Dia memasang helm dengan tergesa
Kemudian dia sibuk menarik resleting sweater usangnya yang macet
Sesaat kemudian suara starter motornya terdengar
Lalu dia langsung melaju terburu
Rintik hujan berirama mengetuk-ngetuk helmnya
Air hujan menghias kaca helemnya mengaburkan pandangan
Satu tangannya sibuk mengelap kaca helm
Satunya sibuk mengendalikan stang motor
Sebuah mobil melintas kencang di sisi kanannya
Genangan air di aspal seketika mengguyur dia dan motornya
"Ah sial!" Gerutunya dari balik helm
Gerimis tidak berhenti tidak pula bertambah besar
Gerimis terkikik menikmati rintiknya yang turun bertubi
Gerimis menari mengabaikan payung-payung yang sibuk membuka
Sweater usangnya mulai basah dan terasa menyebalkan di kulitnya
Lelaki itu tetap mengendarai motornya
Segan berteduh dan menunggu gerimis pergi
Tak rela gerimis semakin puas menjebaknya untuk tidak pulang
Jalanan di penuhi orang yang tergopoh membawa payung aneka warna
Aspal yang tadinya kelabu kini basah mengkilap memantulkan refleksi tak beraturan
Udara berbau basah dan harum sejuk
Halte bus dipenuhi wajah cemas yang ingin cepat pulang
Lelaki itu menambah kecepatan motornya
Menerabas angin dan gerimis yang sibuk bercanda meledek
Tak sabar bergegas sampai di rumah
Melepaskan sweater belel yang lembab dan bau
Mengelap air hujan dari badannya
Kemudian duduk menyeruput coklat panas
Wajah di balik helem itu tersenyum
Sebentar lagi coklat panas akan menghibur tubuhnya dengan kehangatan
Saturday, October 22, 2011
Daun Jatuh
Oktober
Sesekali di siang hari matahari menyorot garang dan terik. Silaunya membuat semua orang menyipitkan mata, berusaha mengecilkan pupil mata. Sesekali tumpukan awan bergerombol dan bertumpuk-tumpukan disertai mendung dan gerimis.
Angin di siang hari berhembus kencang memaksa pohon-pohon menjatuhkan daun-daun coklat kering yang sudah mati. Setiap tiupan angin yang melintas membuat ratusan keping daun kering jatuh bergulung-gulung ke tanah. Suara gemerisik daun kering yang diinjak ditambah jalanan yang dipenuhi sampah daun berwarna kuning kecoklatan, membuat gemas kaki untuk menyepakkan kembali daun-daun di tanah itu ke udara.
Saya menikmati suasana di Bulan Oktober ini. Daun kering yang berjatuhan dari pohon seolah tidak membuat jalanan tampak kotor, tapi jalanan yang dipenuhi daun gugur tampak ramah bersahabat.
Sore itu saya sengaja memperlambat laju kecepatan Miyoku saat dedaunan itu jatuh dari pohon. Merasakan dedaunan itu bergemerisik mengenai tubuh saya. Sinar matahari yang lembut menembus celah-celah pohon.
Oktober yang ramah. Ingin rasanya duduk berdua di sebuah kursi taman. Mengamati dedaunan kering yang jatuh sambil menggenggam hangat tangannya tanpa bicara apa-apa. Ingin segera bersama dengan seseorang sebelum musim hujan yang dingin tiba.
Hidup Yang Tak Bisa Diduga
![]() |
| Gambar dari diambil dari website ini |
Pagi ini saya kembali nongkrong di Bober Cafe. Hari Sabtu ini saya libur. Dengan maksud menikmati internet dengan lancar tanpa keluhan koneksi lambat, saya memutuskan ke Bober ini. Sekaligus merapikan beberapa postingan blog sebelumnya.
Cuaca di Bandung hari ini berawan. Matahari bersinar tidak terlalu terik. Saya duduk di salah satu kursi yang teduh dekat dengan colokan listrik. Bober yang buka 24 jam ini pagi hari masih sepi. Hanya ada 3 pengunjung. Beberapa waiter yang biasa membantu melayani tamu tampak duduk-duduk santai menonton tv.
Saya memesan mix omelette dan secangkir hot chocolate. Sambil menunggu pesanan diantar ke meja saya, saya mulai mengeluarkan Macbook, charger, dan rokok. Saya pun duduk santai bersender di kursi kayu Bober yang keras tidak ada bantalan duduknya. Mirip kursi sekolah saya dulu tapi ini lebih antik. Saya menyulut Marlboro black menthol dan langsung menghembuskan hisapan pertamanya dengan nafas yang panjang. Asap rokok meluncur ke udara di sekitar saya terbang membaur dengan udara lainnya. Lantunan lagu Superman dari Five For Fighting terdengar dari speaker di Bober.
"I’m only a man
In a funny red sheet
I’m only a man
Looking for a dream..."
Tuesday, October 18, 2011
Ayo Ke Bali
Saya baru saja pulang dari liburan ke Bali.
Meski ini bukan kunjungan pertama ke Bali tapi kunjungan yang terakhir tersebut menurut saya sangat memuaskan.
Tidak ada tempat berlibur lain selengkap dan senyaman Bali. Berada di Bali seolah membuat Anda merasa bukan sedang di Indonesia. Anda merasa di negeri lain karena Bali dipenuhi wisatawan asing dari berbagai negara. Kunjungan saya ke Bali kali ini ditemani oleh dua teman saya yang sebelumnya belum pernah mengunjungi Bali, karena itu keduanya sangat exciting dengan Bali, penasaran dengan julukan pulau dewata yang disandang Bali sejak lama.
Ke Bali tidak mahal. Saya akan menceritakan budget trip ke Bali yang baru saja saya jalani. Semoga ini menginspirasi teman-teman untuk bisa menikmati liburan di Bali.
Meski ini bukan kunjungan pertama ke Bali tapi kunjungan yang terakhir tersebut menurut saya sangat memuaskan.
Tidak ada tempat berlibur lain selengkap dan senyaman Bali. Berada di Bali seolah membuat Anda merasa bukan sedang di Indonesia. Anda merasa di negeri lain karena Bali dipenuhi wisatawan asing dari berbagai negara. Kunjungan saya ke Bali kali ini ditemani oleh dua teman saya yang sebelumnya belum pernah mengunjungi Bali, karena itu keduanya sangat exciting dengan Bali, penasaran dengan julukan pulau dewata yang disandang Bali sejak lama.
Ke Bali tidak mahal. Saya akan menceritakan budget trip ke Bali yang baru saja saya jalani. Semoga ini menginspirasi teman-teman untuk bisa menikmati liburan di Bali.
| GWK ini salah satu icon Bali, meski belum jadi 100% tetap wajib dikunjungi terutama melihat tarian Bali yang terkenal. Tiket masuk Rp25ribu. |
Subscribe to:
Posts (Atom)



