Sunday, November 14, 2010

Sukabumi-Jakarta dengan Kereta Api


Bagi orang yang sudah sering travelling, pastinya sudah sering merasakan naik kereta api. Transportasi massal ini memang dikenal relatif lebih cepat dibanding menggunakan bus. Maklum, kereta api tidak mengenal macet. Berbagai tragedi kecelakaan yang disebabkan oleh kereta api tidak menyurutkan minat saya untuk menggunakan jasa transportasi ini. Saya mengutamakan kecepatan dan efisiensi waktu, mengenai apakah nantinya terjadi kecelakaan atau tidak, saya hanya berdoa semoga itu tidak terjadi.
Minggu lalu saya berencana untuk bertandang ke Jakarta. Berangkat ke ibu kota dari Sukabumi memiliki hambatan tersendiri. Rasa malas datang ketika bayangan macetnya jalur bus Jakarta-Sukabumi karena berbagai titik pasar tumpah dan terminal di sepanjang perjalanannya serta berbagai pabrik yang pada jam-jam tertentu akan memicu kemacetan akibat jam bubar ribuan karyawan pabrik tersebut plus disertai medan jalan yang buruk. Semua itu mambuat saya enggan memilih menggunakan bus. 
Saya pun memutuskan untuk ke Jakarta menggunakan jasa kereta api. Kereta api yang menuju langsung ke Jakarta memang tidak ada, saya harus turun di stasiun bogor dulu untuk kemudian menyambung dengan kereta api listrik (KRL) Bogor-Jakarta. Hasil telusur di google.com didapat bahwa lama tempuh sukabumi bogor hanya menghabiskan waktu sekitar 2 jam, ini termasuk cukup efisiensi waktu dibanding dengan menggunakan bus. Bus akan memakan waktu 3 sampai dengan 4 jam. Kereta api Sukabumi-Bogor ini hanya berangkat 1 kali setiap harinya, yaitu jam 5 subuh. Kereta ini dinamai Bumi Geulis.

Sabtu subuh dengan hampir terlambat karena saya datang ke stasiun tepat jam 5 pagi, saya segera berbegas ke loket yang sudah tidak ada pengantri lain. Saya membeli tiket kereta seharga rp 8 ribu rupiah, dan langsung masuk ke peron menaiki kereta ekonomi berwarna hijau muda yang di dalamnya sudah diisi beberapa penumpang. Tidak sulit mengenali kereta Bumi Geulis yang menuju ke Bogor. Toh ini kereta satu-satunya di stasiun, tidak akan ada kereta dengan jam keberangkatan lainnya menuju Bogor lagi hari itu. Setelah memberikan tiket kepada petugas peron saya langsung masuk ke salah satu gerbong mencari tempat duduk.
Saya terlambat, kereta sudah dipenuhi penumpang. Kelima gerbong yang saya susuri sudah dihuni penumpang yang tentu sudah datang lebih awal. Terpaksa mencari tempat aman untuk berdiri. Dalam hati saya berharap dua jam perjalanan itu tidak akan terlalu lama. Untuk menghibur saya sudah menyiapkan iPod, lagu-lagu favorit saya pun langsung saya putar. Seraya bergelantungan saya menikmati pemandangan di kiri-kanan jendela, langit mulai membiru dan pendar cahaya fajar mulai masuk. Lumayan pemandangan sepanjang perjalanan kereta ini cukup bagus, persawahan hijau dengan latar belakang siluet pegunungan yang diterpa cahaya matahari pagi. Akan lebih baik kalau saya bisa duduk. Tapi saya pasrah berdiri bergelantungan...

Jalur kereta Sukabumi Bogor melewati perhentian stasiun-stasiun sebagai berikut:
Sukabumi Kota-Cisaat-Karang Tengah-Cibadak-Parungkuda-Cijambe-Cicurug-Cigombong-Ciomas-Maseng-Batutulis-Bogor Kota. Saya mengetahui perhentian-perhentian tersebut karena dipasang di atas dekat pintu keluar. Berarti harus melewati 12 stasiun perhentian untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Yah tidak masalah, toh ini merupakan pilihan transportasi yang lebih praktis, dibanding saya duduk sampai pegal di bus selama 4 jam perjalanan.
Sesampainya di stasiun bogor, saya langsung turun dan bergegas menuju loket penjualan tiket, tentunya saya harus membeli tiket lagi untuk ke Jakarta, tiket yang saya cari adalah KRL, yang merupakan kereta para komuter yang tinggal di Bogor. 
Di area loket stasiun Bogor saya benar-benar kebingungan mencari jadwal kereta KRL menuju Jakarta. Saya melihat sejumlah orang mengantri di salah satu loket tapi saya tidak tahu loket tersebut menjual tiket ke mana. Saya perhatikan di kaca loket, di atas loket dan sekitarnya hanya ada tulisan-tulisan berasal dari fotokopian yang sudah sobek dan terkelupas dan itu bukan jadwal keberangkatan KRL. Setahu saya ada KRL ekonomi, KRL ekonomi AC dan KRL AC Pakuan Express. Sesampainya di depan loket saya bertanya, 
"Pak ini KRL yang berangkat jam berapa?"
"Jam tujuh dua puluh," jawabnya singkat sambil tangannya menadahkan uang meminta pembayaran tiket.
"Ini ekonomi atau AC?" tanya saya lagi,
"Ini ekonomi, AC mah nanti," si petugas loket menjawab singkat dan tampak tidak sabar.
Saya pun merogoh kantong dan membayar tiket tersebut seharga 2 ribu rupiah, mengambil tiket yang diberikan dan langsung masuk kembali ke peron Stasiun Bogor. Stasiun Bogor lebih ramai dibanding Stasiun Sukabumi. Beberapa kereta tampak berbaris memenuhi jalur-jalur yang tersedia. Lagi-lagi saya bingung mencari yang mana kereta yang harus saya naiki karena di situ terdapat beberapa kereta. Saya berkeliling di sekitar peron berusaha mencari petunjuk. saya melihat sebuah papan besar yang terdapat poster berisi jadwal KRL Bogor-Jakarta terbaru. Salah satu kolom pengumuman jadwal KRL tertulis demikian:


"BOO-CLT-BJD-CTA-DP-DPB-POC-UI-LNA-TNT-PSM-PSMB-DRN-CW-TEB-MRI-THB."
Kelihatannya kolom tersebut menunjukkan stasiun-stasiun yang akan menjadi perhentian si KRL tersebut. Mata saya menyusuri poster pengumuman tersebut berusaha mencari penjelasan nama stasiun yang disingkat-singkat di poster tersebut. Saya tidak menemukannya. Berarti saya harus mengira-ngira sendiri, DP berarti Depok, CW berarti Cawang, TEB berarti Tebet, MRI berarti Manggarai, paling tidak hanya itu yang bisa saya ketahui. Selebihnya saya tidak tahu. Mengabaikan poster yang membingungkan itu saya pun langsung menuju jalur-jalur kereta yang di peron. Berusaha mengira-ngira yang mana kereta ekonomi yang harus saya naiki. Setelah bertanya kepada salah satu penumpang, saya pun akhirnya menaiki salah satu kereta ekonomi yang sudah mulai penuh. Saya kembali berdiri bergelantungan pada handel-handel yang tersedia. Tak lama kereta pun berangkat meninggalkan Stasiun Bogor menuju Jakarta. 
Kebingunan kembali melanda saya setelah beberapa kali kereta berhenti di stasiun-stasiun yang dilewatinya, saya mulai bertanya-tanya kira-kira saat ini saya sudah sampai mana, dan apa stasiun pemberhentian berikutnya? Saya tahu kalau saya harus turun di Stasiun Sudirman, Jakarta. Tapi Stasiun Sudirman itu masih berapa lama lagi saya tidak tahu. Saya mencari informasi yang barangkali tertempel di dalam gerbong mengenai stasiun-stasiun yang akan dilewati si KRL. Nihil. Ternyata di dalam KRl ini tidak dipasang petunjuk apapun. Saya harus sering-sering melongok keluar jendela memperhatikan nama stasiun yang dilewati KRL. Kalau beruntung saya bisa membaca tulisan nama stasiun tersebut yang biasa dipasang di peron, namun jika tidak jeli, bisa saja tulisan tersebut terhalang orang-orang yang melintas. Terlebih lagi KRL hanya berhenti kurang dari semenit di setiap stasiunnya. Karena saya takut kelewat dari stasiun di mana saya seharusnya turun, saya berulang-ulang melongok ke luar mencari tahu nama stasiun tersebut. Untungnya saya tidak terlalu buta dengan Jakarta. Setelah mengetahui saya baru saja melewati Stasiun Tebet, saya pun yakin beberapa waktu lagi saya akan tiba di Stasiun Sudirman.
Mendekati Stasiun Sudirman, penumpang KRL sudah mulai sepi, meski masih ada beberapa yang berdiri, tapi tidak seramai sebelumnya. Stasiun Sudirman dilewati KRL setelah Stasiun Manggarai. Saya turun di Sudirman, stasiunnya lebih bersih dibanding stasiun lain yang telah dilewati. Tiba di Sudirman sekitar 8.30. Total dari Sukabumi ke Jakarta dengan menggunakan kereta terhitung cepat. Hanya sekitar 3 setengah jam. 
Harapan saya PT KAI bisa memperbaiki kualitas layanannya. Kereta Bumi Geulis hanya berangkat satu kali setiap hari itu berarti jalur kereta Sukabumi Bogor hanya dipakai satu kereta, seharusnya kereta bisa dipacu lebih cepat. Tentunya hal ini diimbangi dengan faktor keamanan lainnya seperti pemeliharaan jalur rel, mesin kereta api, pintu palang perlintasan dan lainnya. Bagaimanapun kereta api merupakan alat transportasi massal yang lebih efisien dalam hal waktu maupun biaya. PT KAI bertanggung jawab dalam menyediakan transportasi yang aman dan mudah. Untuk itu perlu dilengkapi petunjuk-petunjuk yang membantu para penumpang supaya tidak tersesat. Penumpang kereta api bukan hanya mereka yang sudah sering menggunakan jasanya, tapi banyak penumpang yang masih baru seperti saya sehingga membutuhkan informasi lebih banyak.

Keluar dari stasiun sudirman saya disambut dengan sinar matahari pagi Kota Jakarta, lengkap dengan kepulan asap hitam bus kota yang baru saja melintas di depan saya. Sambil menutup hidung dengan sapu tangan saya berjalan di trotoar jalan menuju halte busway terdekat. Sabtu pagi Jakarta tidak seramai hari kerja biasanya. Saya berbegas menuju rumah teman saya, perut saya pun rewel minta diisi sarapan. 

16 comments:

  1. Thanks for sharing.
    Kalau dari Bogor ke Sukabumi keretanya berangkat jam berapa yah ?

    ReplyDelete
  2. jam 5 sore setiap hari :)

    ReplyDelete
  3. kalau dari jakarta ke sukabumi selain berangkat jam 5 pagi ada jam berapa lagi ?

    ReplyDelete
  4. bogor-sukabumi hanya jam 5 sore setiap hari di stasiun bogor.

    ReplyDelete
  5. wah, pagi banget dan sore banget ya jadwalnya..
    naik kereta cuma ini aja ya, ada alternatif lain ga selain stas bogor?
    ada cara lain ga ke sukabumi selain naik bus??
    thanks yaa

    ReplyDelete
  6. Hello .. saya ketemu blog ini waktu googling kereta Sukabumi-Jakarta.

    Jadi baca blogs yg lainnya.

    They're well written and keep up the good job.

    Happy Holidays :)

    ReplyDelete
  7. nah ini yg saya carii...thxs for sharing

    ReplyDelete
  8. tambahan info kali aja ada yang butuh.
    dari jakarta ke sukabumi selain kereta api bisa naik bis 3/4 ac "parung indah" dari terminal lebak bulus. harga tiket Rp 21rb. bisnya lumayan bersih & nyaman. atau sekarang juga ada travel, satu satunya jakarta-sukabumi, sukabumi-jakarta. namanya "BP travel" kalau di jakarta naiknya dari superindo yang pas di patung pancoran. di sukabumi naiknya dari Giant (McD) yg di jl. marthadinata. harga tiket Rp 65rb. silahkan aja dipilih sesuai kebutuhan. just sharing. semoga berguna.

    ReplyDelete
  9. yaa, emang muacetna ajegilee ya dioz...eike juga tampakna akan mencoba jalur kereta ini...mg2 ke depannya jadi lebih baik...

    ReplyDelete
  10. Boor-sukabumi naik kereta nikmat sekali....Kapan yaa pemerintah daerah memikirkan peningkatan fasilitas transportasi kereta api yang banyak dipergunakan orang kecil yang mngharapkan harga murah dan efisien, jadi kan gak buang2 energi dan waktu percuma di bis/ colt.....

    ReplyDelete
  11. Boor-sukabumi naik kereta nikmat sekali....Kapan yaa pemerintah daerah memikirkan peningkatan fasilitas transportasi kereta api yang banyak dipergunakan orang kecil yang mngharapkan harga murah dan efisien, jadi kan gak buang2 energi dan waktu percuma di bis/ colt.....

    ReplyDelete
  12. hi , saya dari malaysia. berminat mahu ke ujung ganteng di mana terletak di sukabumi. saya juga punya teman yg tinggal di lebak bulus. menurut comment kalian adalah lg mudah jika ke sukabumi dgn menaiki keretapi yg stesen bya berada di lebak bulus. harap di beri tunjuk ajar. terima kasih .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari lebak bulus tidak ada kereta api..
      Kalo mau naik kereta api ke Sukabumi, paling dekatke depok atau pasar minggu.. Terus naik kereta menuju ke Bogor untuk lanjut menggunakan kereta ke Sukabumi..
      Semoga bermanfaat.. :)

      Delete
  13. kalo dari bandung ke sukabumi lebih cepet gak ya??

    ReplyDelete
  14. Makasih infonya!!
    Bermanfaat sekaleee :)

    Cheers,
    Curly.

    ReplyDelete